Dikit banyaknya buddies pasti udah tau donk lagunya Alm. Mike Mohede yang satu ini. Oiya lupa buddies😂 itu tuch yang judulnya Sampai Kapan.
Ada sich alasan tersendiri kenapa aku pengen menjabarkan lirik dari lagu ini tapi menurut versi realnya dikehidupan seorang gadis yang sedang dilanda gundah gulana galau merana tingkat dewa saat ini ni buddies 😢😢.
Lagu Sampai Kapan yang dibawakan oleh Mike Mohede ini diciptakan sama Stephen Wally. Ya kalo urusan indahnya sebuah lagu gak akan indah kan buddies tanpa aransemen musiknya. Untuk lagu ini sendiri di Aransemen oleh Irwan Simanjuntak.
Let's we check this out buddies liriknya :
Maafkan diriku yang tak pernah bisa
Coba melepaskanmu, melupakanmu
Memang saat ini, sungguh sulit bagiku
Saat ku butuh cintamu, kau berlalu dariku
Oooooh, mungkin nanti di suatu waktu
Oooooh, kau kan kembali di pelukku
Sampai kapan aku kan menanti
Oh Tuhan tolong kuatkan hati ini
Hanya dia nafasku, kembalikan padaku
Karna terlalu lelah jiwaku menunggu
Oh, bagaimana bisa aku melupakanmu
Jika semua hayalku tertuju padamu
Jujur ku tak bisa menghindari bayangmu
Yang sudah begitu lama mengitari sadarku
Oooooh, mungkin nanti di suatu waktu
Oooooh, kau kan kembali di sisiku
Sampai kapan aku kan menanti
Oh Tuhan tolong kuatkan hati ini
Hanya dia nafasku, kembalikan padaku
Karna terlalu lelah jiwaku menunggu
Sampai kapan aku kan menanti
Oh Tuhan tolong kuatkan hati ini
Hanya dia nafasku, kembalikan padaku
Karna terlalu lelah jiwaku menunggu
Terlalu lelah jiwaku menunggu
.
Sesi curhat ya buddies :
Kurang lebihnya nusuk banget ni lagu buddies. Dari awal denger ni lagu ngenak di hati. Tepatnya karna lagi ngalamin rasanya bimbang.
Gimana gak bimbang sich buddies, disaat orang yang kita sayang tiba-tiba berubah drastis. Gak ada kabar berhari-hari, eh malah pas mintak penjelasan kenapa begini begini begini jawabannya "ingin bebas" bukan break. 😕. Rasanya kek dicabik-cabik hati ini buddies.
Menunggu dia kembali gak segampang membalikkan telapak tangan. Cuma ingin dia kembali, disaat dia lelah untuk bebas, harapanku agar dia pulang padaku lagi.
Mungkin bener kata orang-orang, "cinta itu buta". Harusnya kekgini lupain aja dia, tinggalkan aja dia, gak usah peduli lagi sama dia. Gampang memang kalo cuma ngomong kekgitu aja. Tapi tau gak sich, sebenernya ketika kita makin memaksakan untuk melupakan seseorang malah jadinya akan semakin mengingat orang tersebut.
Nyoba untuk pelanpelan membiasakan diri tanpa ada kabar dari dia. Yang biasanya kalo uda dikampung halaman waktunya banyak dirumah, semenjak itu mulai sering yang namanya keluar rumah. Gak taulah mau ngapain, yang jelas nyari kesibukan. Mulai dari ngetrip ikut organisasi, jalanjalan jadi bolang, nemenin nenek diladang, sampe keluar rumah untuk alasan yang gak penting. Yang lebih lagi, setiap diajak sama sanak family jalanjalan ntah kemana, katakata yang keluar dari mulutku ya "ikut". Asal gak dirumah, asal gak sepi.
Keluarga agak terkejut ngeliat perubahan ini sich, yang mulai hobi "melalak" jarang dirumah. Umak (ibu) bahkan sampe ngomong "stop kan yang keluyuran kesana kemari itu". Emang sich keluyurannya dijam yang gak ngeganggu kewajibanku di dapur sama dirumah. Cuma mungkin umak mau aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Maaf mak, aku cuma gak mau berlarut-larut sedih😢.
Aku kira galaunya bakal ilang kalo melalak kekgini. Tapi ternyata kemanapun dimanapun, keingetnya dia aja. God what happen with me? Help me to forget him please😢😢.
Sesak didada berkalikali. Airmata gakpernah bisa dibendung. Setiap rindu ujungnya pasti mewek. Aku bisa apa? Hati tidak bisa dipaksakan. Walaupun masih status boyfriend, tapi kalo dianya kekgini jadi serba salah.
Jadi sampai kapan nunggunya? Rapuhku hanya pada Tuhan kusampaikan. Selama hati ini masih kuat, menanti dia kembali masih kuperjuangkan.
Tuhan tolong kuatkan hati ini, terlalu lelah jiwaku menunggu.
(Sabtu, 13 Agustus 2016)